Total Tayangan Halaman

Jumat, 29 Maret 2013

Cerpen Nabila

Ni salah satu cerpen gue, kata-katanya mungkin masih ngalor, ngidul, ngetan balik ngulon, hehehee... Cerpen ini asli buatan gue, kalau mirip dengan punya yang lain harap makhlum, soalnya gue juga nggak terlalu banyak baca cerpen orang.  Bisa aja yang sini dengan yang sana idenya sama hehehe...
*Dengarlah Kata Hatiku*
Naila tampak senang memainkan boneka Beruangnya. Ia memakaikan baju ballet ke beruangnya itu. Tiba-tiba, kakaknya, Sekar muncul dan langsung merebut boneka itu dari tangan Naila.
“Boneka Beruang ini punyaku!,” kata Sekar membentak.
“Punyaku! Bunda yang memberikannya padaku!,” kata Naila memelas.
“Aku tidak percaya! Pokoknya boneka ini punyaku!,”
Naila dan Sekar bertengkar, secara tidak sengaja, Naila memukul pipi Sekar. Sekar langsung mengadukan hal ini kepada ayahnya.
“Ayah, pipiku dipukul Naila!,”
“Apa? Dimana Naila?,”
“Di halaman belakang, yah!,”
Naila memandangi boneka Beruangnya itu, baju ballet yang melekat robek karena pertengkaran tadi. Tanpa disadari Naila, ayahnya langsung memukul pipi Naila dengan keras.
“Naila, kenapa kamu memukul Sekar?,” kata ayah dengan marah.
“Kakak yang memukulku duluan, yah!,” kata Naila menahan sakit.
“Tidak usah banyak alasan! Sekarang minta maaf kepada kakakmu!,”
Sebenarnya Naila tidak ingin meminta maaf kepada kakanya, tapi karena takut ayahnya akan menghukumnya, terpaksa Naila meminta maaf kepada kakanya.
“Kak Sekar, maafkan aku…”
Sekar tersenyum mengejek, ia dan ayahnya pergi meninggalkan Naila. Dari kejauhan, Bik Jum memandang Naila dengan penuh rasa kasihan. Sudah berkali-kali Naila diperlakukan ayahnya seperti itu. Meskipun Sekar yang salah, Naila-lah yang dihukum. Apalagi ibundanya telah meninggal dunia, tak ada seorangpun yang bisa menyelamatkan Naila.
Naila melangkah perlahan keluar rumah. Itu sudah menjadi kebiasaannya setelah dimarahi. Di jalanan, Naila melihat teman-temannya bahagia bermain bersama ayah mereka. Naila merasa iri dengan mereka, ia tak mengerti kenapa ia bisa berbeda dari yang lainnya. Naila berjalan tanpa arah, ia tak tahu akan kemana. Ia berpapasan dengan seorang wanita muda.
“Adik kecil, kenapa adik sendirian? Tidak ada yang mengajak bermain ya? Kalau begitu, yuk kita main bersama-sama,”
Mata Naila langsung berbinar, seumur-umur baru sekali ia diajak bermain orang dewasa. Tapi kemudian Naila merasa takut, ia takut wanita itu akan menyakitinya seperti nenek sihir di film-film. Rasa takut itu hilang seketika entah kemana. Naila asyik bermain petak umpet dengan wanita itu. Karena sudah sore, permainan pun berakhir.
“Adik pengen pulang?,”
Naila menggelengkan kepalanya
“Lho, kenapa?,”
Air mata Naila menetes deras.
“Aku nggak mau pulang habis ayah jahat sih! Ayah suka memukulku padahal yang salah bukan aku! Ayah hanya sayang kakakku! Aku dibenci ayah! Aku juga benci ayah! Aku nggak pengen pulang, huhuhu…” Naila menangis
Wanita itu kasihan kepada Naila, ia mengelus-elus rambut Naila.
“Adik yang tegar ya, tante juga pernah ngalamin hal ini. Yang sabar ya, suatu saat nanti kamu pasti akan bahagia, sekarang adik pulang ya…”
Naila mengangguk, ia berlari meninggalkan wanita itu. Meskipun wanita itu menyuruhnya pulang, ia tetap tidak ingin pulang. Naila duduk di kursi, perasaan sedih, kesal bercampur menjadi satu. Tiba-tiba hujan turun, Naila bersikeras tidak ingin pulang. Kepala Naila terasa pusing, pandangannya kabur, Naila pingsan seketika.
Ketika Naila membuka matanya, ia berada di kamarnya. Naila tak percaya ketika melihat ayahnya duduk menungguinya.
“Naila sayang, kenapa Naila tidak langsung pulang? Apa ayah sudah jahat padamu? Ayah sangat mencemaskanmu, maaf kalau ayah memukulmu,”
Kata-kata ayahnya membuat Naila semakin tak percaya. Air mata mulai membasahi pipi Naila, ia memegang tangan ayahnya seerat-eratnya. Ternyata ayahnya sangat menyayanginya, malam ini, Naila tertidur pulas.
Terik matahari menyinari sudut-sudut kamar Naila. Naila segera bangun dan berlari keluar kamar. Ia ingin ayahnya bersikap seperti tadi malam. Ketika melihat ayahnya, Naila langsung memanggilnya.
“Ayaaahhhh‼!,” teriak Naila sambil tersenyum.
Tapi, ayahnya sama sekali tak mempedulikannya. Naila terkejut melihat sikap ayahnya, ia sadar bahwa kejadian tadi malam hanyalah mimpi. Naila menangis sejadi-jadinya, kenapa ia begitu percaya pada mimpi?
Hari berganti hari, tahun berganti tahun, waktu terus berlari. Kini Naila sudah kelas 2 SMP. Ia sedang membaca buku sambil menunggu temannya, Nora. Setelah agak lama, tampak Nora berlari-lari kecil kearah Naila.
“Naila, maaf ya aku menunggu lama!,”
“Ya, kenapa lama banget sih?,”
“Hehehe… biasa lah, Mr. Christ…”
“Ohh, kalau Mr. Christ udah ceramah, kutinggal tiduran...”
“Ternyata anak pintar sama saja ya, hmm… nanti kerumahku ya?,”
“Mau ngerjakan PR bareng ya?,”
“Eh, iya, hehehe… PR kali ini sulit banget!,”
“Ah biasa saja!,”
“Yang bener?,”
“Ya, soalnya sekali diterangkan aku langsung mengerti,”
“Hih! Kamu pinter banget dech! Aku jadi gemes sama kamu!,”
“Biasa aja, ah!,”
Mereka berdua berjalan, dari kejauhan tampak gadis yang berdiri sendirian. Nora langsung menepuk bahu Naila.
“Kamu lihat perempuan itu?,”
“Ya, kenapa?,”
“Dia kakak kelas kita, namanya Vania! Dia pernah tertangkap polisi karena menggunakan obat terlarang. Dia juga pernah kepergok sedang mesum dengan pria tak dikenal. Katanya sih dia akan dikeluarkan oleh pihak sekolah,”
“Dia nakal ya, aku saja tidak berani melakukan hal seperti itu!,”
“Aku juga, dia jadi seperti itu karena ayahnya mewariskan perusahaan kepada adik perempuannya yang suka foya-foya!,”
Naila langsung menoleh kearah Vania, didalam hati Naila berkata seharusnya dia tidak melakukan tindakan bodoh seperti itu. Sepulang dari sekolah, Naila menunggu ayahnya di ruang makan, ia ingin mengajak ayahnya makan bersama. Ia merasakan bagaimana rasanya makan bersama seperti yang dilakukan keluarga teman-temannya. Sesaat kemudian, ayahnya pulang, ia berlari keruang tamu.
“Ayah, yuk makan siang bersama!,”
“Maaf Naila, ayah banyak urusan!,”
Sekar pulang kerumah, ia memanggil ayahnya.
“Yah, yuk makan siang diluar, aku menemukan restorant yang bagus!,”
“Baiklah Sekar, tunggu ayah dulu ya…”
Naila merunduk, ia merasa kesal sekali. Ia berteriak sekuat-kuatnya.
“Ayah Jahaaatt‼ Naila benci ayaahhh‼,”
Naila berlari kearah kamar, ia kesal diperlakukan ayahnya seperti itu. Naila mengerjakan soal-soal Matematika, ia bisa melupakan kekesalannya dengan mengerjakan semua soal. Naila teringat janjinya kepada Nora, ia berganti pakaian dan pergi kerumah Nora.
Sampai disana, Naila disambut baik oleh orangtua Nora. Ternyata keluarga itu sedang mendiskusikan tempat untuk wisata besok Minggu. Suasana diskusi makin seru, tiba-tiba perasaan Naila menjadi sakit dan sedih. Ia tak pernah merasakan serunya berdiskusi bersama ayah dan kak Sekar.
“Nora, aku pulang dulu ya…”
“Tapi PR-nya belum!,”
“Lain kali saja, Nora! Aku masih ada kerjaan lain!,”
“Apa kamu merasa tersinggung dengan kami?,”
“Tidak, Nora. Kalaupun kujelaskan, kau tak akan mengerti!,”
Naila langsung berlari meninggalkan Nora, perasaaannya campur aduk. Air matanya kembali menetes, ia harus tegar. Saat Naila berjalan, tiba-tiba ada yang menyekapnya dari belakang. Seketika Naila langsung pingsan, ia tidak tahu apa yang akan terjadi. Naila membuka matanya, ia berada di tempat yang sempit dan gelap.
Ia melihat dua pria dan satu wanita berdiri didepannya.
“Hai anak manis, sekarang telepon orangtuamu! Katakan seperti yang tertulis dikertas ini! Kalau tidak, kamu akan mati!,” kata wanita itu dengan kasar.
Naila langsung menelan air liurnya, ia diculik! Naila tidak yakin ayahnya akan menyelamatkannya.
“Bolehkah aku mengatakan kata-kata terakhir jika orangtuaku tak mengirim uang tebusan?,” tanya Naila.
“Boleh, silahkan! Kalau orangtuamu tidak menyelamatkanmu, kau akan kami jual!,” jawab wanita tersenyum sadis.
Mereka langsung menelpon ayah Naila dengan handphone Naila. Sudah tiga kali ditelpon, tapi selalu ditolak. Para penculik itu merasa kesal, mereka menelpon lagi dan kali ini diangkat.
“Ayah! Tolong, yah! Tolongin Naila! Kalau tidak segera ditolong, Naila akan dijual!,” kata Naila sambil membaca tulisan dikertas itu.
“Hahahaha… sekarang putri anda ada ditangan kami! Jika anda tidak mengirim uang 10 juta, saya akan menjual putri anda! Jika anda tidak ingin, dengarkan kata terakhir putri anda! Ingat jangan lapor polisi, kalau anda melaporkan ini kepolisi, putri anda akan kami bunuh!,”
“Ayah, kalau ayah tidak ingin menyelamatkan Naila, Naila tidak akan apa-apa. Naila akan tegar, ayah, Naila sayang ayah…”
Setelah mendengar kata-kata Naila, ayah Naila hanya diam seribu bahasa. Sesaat kemudian telepon ditutup. Naila tidak yakin ayahnya akan menolong, ia pasrah pada takdir. Tiba-tiba terdengar suara gaduh dari luar dan pintu pun terbuka.
Ternyata ayah Naila yang membuka pintu ruangan ini. Ayah Naila langsung melepas tali yang mengikat Naila. Naila memeluk ayahnya, ia berharap ini bukanlah mimpi, ia berharap ayahnya benar-benar menyayanginya.
Sesaat kemudian, terdengar suara sirine polisin, para penculik pun ditangkap. Saat keluar dari ruangan ini, aku melihat kak Sekar. Ia memandangku dengan mata berkaca-kaca, kemudian ia berlari kearahku dan memelukku. Mulai saat ini kami akan memulai kehidupan seperti keluarga yang lainnya. Betapa senangnya hati Naila, seandainya kejadian ini tak terjadi, mungkin tak akan seperti ini.
*TAMAT*
Kalau pengen koment silahkan! Tapi harus punya akun Google dulu, hehehe... salam buat semuanya!!!

Rabu, 20 Maret 2013

Boneka MATAHARI




Untuk mencegah hujan, orang-orang Jepang membuat boneka teru teru bozu (てるてる坊主). "Teru" dalam bahasa jepang menggambarkan cahaya matahari, sedangkan "bozu" berarti biksu, mengarah ke kepala botak teru teru bozu.Boneka kecil yang terbuat dari selembar kain putih atau kertas tissue ini dipercaya bisa menangkal hujan. Anak-anak biasanya menggantungnya sehari sebelum piknik sekolah, untuk meminta hari yang cerah esok
Di satu sisi, hujan ini membawa berkah bagi petani, karena di Jepang yang merupakan negara empat musim, turunnya hujan tidak sesering di Indonesia. Di sisi lain, hujan menyebabkan kita sulit beraktifitas, misalnya kita tidak dapat pergi keluar rumah tanpa payung atau jas hujan, tidak bisa menjemur pakaian, dan lain-lain. Oleh karena itu kalau kita menggantung teru teru bozu terbalik (dengan kepala di bawah), itu artinya kita meminta turunnya hujan. Sekian...


Sumber : giant41.blogspot.com/.../teru-teru-bozu-boneka-pencegah-hujan..

Kamis, 14 Februari 2013

Tentang AKa-Manto :D


Aka Manto (Red Cape)


(Lucu yach! :D)
AKA MANTO

Aka MKanto adalah salahsatu hantu mengerikan yg membuat para wanita di Jepang harus berpikir dua kali sebelum menggunakan toilet. Aka Manto secara literal bisa diartikan sebagai Red Cape (Jubah Merah). Kenapa dijuluki demikian? Karena memang terlihat memakai jubah merah dan topeng putih. Hantu ini dapat ditemukan dalam toilet perempuan, bilik yang sering dijuluki "Bilik Keempat". Konon, hantu ini amat sangat mempesona sampai-sampai anak perempuan akan sangat sulit mampu berpaling darinya. Tetapi, dibalik pesonanya, ia memiliki 'jiwa yang sangat mengerikan', bahkan selera humor yang buruk.

Sejarah.
Legenda Aka Manto sudah ada sejak zaman dulu. Berawal dari kehidupan seorang pria yang amat sangat tampan, 'membuat semua orang yang melihatnya mati...' (eeh, bukan) membuat semua gadis yang melihatnya selalu jatuh hati padanya. Ketampanannya itu membuatnya pusing serta bingung akan apa yang harus diperbuatnya, sampai suatu saat dia memutuskan untuk mengenakan jubah merah serta menutupi wajahnya dengan topeng putih. Semua bertujuan untuk agar semua perempuan tidak mengganggunya lagi. Karena emosinya yang labil menyebabkan kelainan jiwa pada dirinya. Dari sini, bangkitlah jiwa kegelapan dari dalam dirinya dan mulailah kejadian-kejadian yang tragis.


Pada suatu saat, ia menculik seorang gadis cantik yang kemudian gadis itu tidak akan pernah terlihat lagi. Setalah sekian lama, jiwa Aka Manto masih diselimuti oleh kegelapan dan hingga sekarang ia selalu mencari korban-korban baru sebagai pelampiasannya. Dimana lagi ia dapat menemukan gadis-gadis cantik yang sedang sendirian kalau bukan di toilet perempuan. Menunggu saat yang tepat, untuk melampiaskan kegelapan dalam dirinya.

saat seorang gadis cantik masuk ke dalam toilet dengan keadaan sepi dan sendirian, akan terdengar suara halus yang berkata "wahai wanita, mana yang kamu suka, jubah merah atau biru?". Sesaat setelah pertanyaan terdengar, Aka Manto akan menampakkan wujudnya perlahan dari bilik paling ujung. Nasib si gadis ditentukan dari jawaban yang diberikan. Namun Aka Manto telah mempersiapkan semuanya sehingga tiap jawaban yang dipiliha pasti akan berujung pada kematian di penjawab (si gadis). Jika menjawab "jubah merah", maka Aka Manto akan menebas leher gadis hingga darah mengucur membasahi tubuh si gadis, seolah-olah seperti memakai 'Jubah Merah'. Jika menjawab "jubah biru", maka Aka Manto akan meraih leher gadis kemudian mengangkatnya hingga dia tercekik sampai mati lemas, menyebabkan wajahnya menjadi biru. Jangan sekali-kali menjawab warna diluar pilihan yang ada, karena konsekuensinya lebih mengerikan. Jika begitu, akan muncul tangan-tangan pucat dari bilik tempat Aka Manto berasal, yang selanjutnya akan membawa gadis tersebut ke dunia lain.

Urban Legend yang nyata.
Kisah nyata yang melibatkan Aka Manto terjadi di sebuah sekolah. Gadis muda di sekolah itu mendengar suara "Bisakan kita mulai pemakaian jubah merahnya?" dari bilik sebelahnya. Ia pun lari ketakutan melapor ke gurunya hingga polisi datang. Polisi mengaggap masalah ini sebagai perlakuan orang gila biasa, dan itu merupakan kesalahan yang sangat besar. Ketika polisi tiba, seorang polisi wanita masuk ke dalam toilet ditemani dengan senjata api, sedang polisi pria berjaga menunggu perintah di depan pintu toilet(bukan di depan pintu bilik kamar mandi). Polwan tersebut akhirnya mendengar suara lembut yang berkata "bisakah kita mulai pemakaian jubah merahnya?". Tanpa basa-basi polwan tersebut berteriak "Silakan saja pakaikan!". Dari luar pintu toilet, polisi pria hanya mendengar suara teriakan dengan suara jatuh yang lumayan keras. Ketika masuk, dia hanya melihat si polwan sudah tewas bersimbah darah di genangan darah dari polwan itu, seolah seperti telah dipakaikan jubah merah.

Aka Manto adalah salahsatu hantu Jepang yang paling mengerikan. Kenapa..?
Karena kebanyakan hantu Jepang lain masih memiliki cara untuk ditangkal dan dihindari. Tetapi untuk Aka Manto sendiri, satu-satunya cara adalah lari sebelum bertemu muka dengannya, seperti yang dikatakan, akan sulit berpaling jika sudah berhadapan dengannya. Terlebih lagi, pilihan yang diberikannya adalah sebuah jalan buntu menuju kematian.

Tentang Kashima Reiko-san :D

Kashima Reiko atau teke - teke adalah hantu atau siluman wanita tanpa kaki yang biasanya berada di toilet sekolah jepang. Tek - tek atau Teke - teke adalah salah satu urban legend dari jepang yang lumayan terkenal. Teke - teke adalah siluman gadis yang terjatuh dari kereta dan karena itu kakinya terpotong. Dan sekarang hantunya gentayangan di sekitar Jepang , menyeret setengah bagian badannya dengan menggunakan tangannya yang seperti cakar. Sehingga setiap kali ia bergerak, ia membuat suara "Tek... Tek...".
History

Suatu hari ada seorang wanita yang sedang menyebrang jalan rel kereta. Tiba - tiba ada kereta yang datang dan wanita itu pun tertabrak dan kejadian itu memotong kakinya. Karena itu dia sekarang gentayangan untuk memotong kaki anda -_-
Ketika kita ada di toilet sekolah , tiba tiba Kashima Reiko akan berkata “Di mana kakiku?”. Suara samar - samar ini sangat mengerikan -_-
Ada salah satu versi yang bilang kita akan selamat jika bilang "Kashima Reiko" yang berasal dari tiga kata , KA artinya Kamen yang artinya topeng , SHI artinya Shinin yang artinya orang yang meninggal , dan yang terakhir MA artinya Ma yang artinya iblis atau setan. 
Versi lain mengatakan kamu harus menjawab "Di rel kereta di stasiun Meishin". Lalu dia akan menjawab "Siapa yang memberitahukanmu?".Kamu harus bilang "Kashima Reiko yang memberitahukanku" jika kamu ingin selamat , jika ingin kakimu dipotong jawab aja asal - asalan -_- 
Ada salah satu cerita tentang seseorang anak laki - laki yang sedang di sekolah ketika SORE hari -_-. Lalu anak kecil itu mendengar suara di belakangnya "Tek... Tek... Tek...". Dan ketika dia liat ke belakang , ternyata ada gadis cantik duduk di jendela #JENGJENG. Gadis itu lengannya bersandar di jendela dan hanya menatap ke arahnya. Dia bertanya - tanya mengapa gadis itu ada di sana , padahal dia bersekolah di sekolah khusus anak laki - laki.

Ketika gadis itu melihat dia melihatnya , gadis itu pun tersenyum. Lalu tiba - tiba , gadis itu melompat keluar dari jendela dan mendarat di luar lapangan. Dan ketika anak laki - laki itu pergi ke arah lapangan. TERNYATA gadis yang tadi itu cuma setengah aka bagian bawahnya ilang -_-.

Gadis itu pun berjalan ke arahnya , dengan cara mencakar sepanjang tanah sehingga membuat suara tek - tek - tek - tek - tek. Anak laki - laki itu pun sangat takut , dia berusaha lari , tetapi tidak bisa dan seperti beku di tempat. Dalam hitungan detik , gadis itu berada di depannya dan gadis itu mengeluarkan sabit dan memotong anak laki - laki tadi menjadi setengah. Dan membuat anak laki - laki itu menjadi mirip sepertinya.

Ketika anak-anak menceritakan kisah ini , mereka memperingatkan satu sama lain tentang Teke - Teke. Mereka mengatakan siluman gadis itu membawa sebuah gergaji atau sabit yang sangat tajam , dan jika gadis berhasil menangkap anda , gadis itu akan memotong anda menjadi dua bagian dan anda akan menjadi seperti Teke - Teke. Ada juga yang mengatakan Teke - Teke menangkap anak - anak yang bermain di sore hari. Teke - Teke juga dikenal sebagai "bata-bata". Bata - Bata adalah suara ketika ia berjalan dengan sikunya -_-
Oh ya, aku lupa bilang. Kalau yang udah mendengar kisah tentang Reiko-san, kamu akan digentayangi dan diikuti, INI CIYUUUSSSS LOHH!!!! Jadinya ya, SORRYYY!!! :D

Kamis, 31 Januari 2013

Komik Yang Kusuka

Diam-diam, Nabila suka baca komik. Inilah komik-komik yang sering dibacanya :
1. Detective CONAN


Komik ini menceritakan tentang  Shinichi Kudo, seorang detektif SMA berusia 17 tahun yang biasanya membantu polisi memecahkan kasus, diserang oleh 2 anggota sindikat misterius ketika mengawasi sebuah pemerasan. Ia kemudian diberi minum racun misterius yang baru selesai dikembangkan untuk membunuhnya. Namun, karena sebuah efek samping yang jarang terjadi yang tidak diketahui anggota sindikat tersebut, racun tersebut mengakibatkan tubuhnya mengecil seperti anak kecil berusia tujuh tahun setelah mereka meninggalkannya. Untuk menyembunyikan identitasnya dan untuk menginvestigasi keadaan sindikat tersebut, yang selanjutnya dikenal dengan namaOrganisasi Berbaju Hitam atau Organisasi Hitam, dia menyamarkan namanya menjadi Conan Edogawa. Untuk mencari jejak sindikat tersebut, dia tinggal bersama dengan teman sejak kecilnya, Ran Mouri, yang ayahnya, Kogoro Mouri, merupakan seorang detektif swasta. Dia bersekolah di SD Teitan dan membentuk Grup Detektif Cilik dengan 3 teman sekelasnya, yaitu: Ayumi YoshidaMitsuhiko Tsuburaya, dan Genta Kojima. Meskipun tubuhnya mengecil, ia tetap memecahkan kasus. Biasanya, ia menyelesaikan kasus-kasus tersebut dengan meniru suara Kogoro Mouri dengan alat yang diciptakan oleh tetangganya, Profesor Agasa. Kogoro Mouri, seorang detektif yang agak bodoh, awalnya bingung pada kemampuan memecahkan kasusnya meningkat secara mendadak. Tetapi, kemudian ia tidak heran karena ia senang karena ketenarannya yang meningkat. Ran Mouri pernah beberapa kali mencurigai bahwa Conan adalah Shinichi, namun karena kecerdikan Conan, maka Ran pun percaya bahwa Conan bukanlah Shinichi.

Selanjutnya dalam seri ini, tokoh utama lainnya, Ai Haibara, muncul. Ai adalah seorang mantan anggota Organisasi Hitam, yang memiliki nama sandi "Sherry". Nama aslinya adalah Shiho Miyano, seorang ilmuan yang mengembangkan racun APTX 4869 yang membuat tubuh Shinichi mengecil. Setelah kakaknya secara kejam dibunuh oleh anggota Organisasi Hitam, ia mencoba keluar dari organisasi itu, namun ia ditangkap.Dia mencoba bunuh diri dengan menelan pil APTX 4869, namun ternyata tubuhnya mengecil, dan dia berhasil kabur dari organisasi tersebut.Dia kemudian bersekolah di SD Teitan dengan nama samaran "Ai Haibara". Dia mengetahui identitas asli Conan dan membantunya dalam perjuangan Conan untuk menjatuhkan Organisasi Hitam.
Kemudian, Conan terlibat dengan Biro Investigasi Federal (FBI), dan mereka berhasil menangkap Kir, seorang anggota Organisasi Hitam. Kir kemudian diketahui merupakan seorang agen CIA yang menyamar, dan berjanji akan memberi informasi tentang Organisasi Hitam kepada FBI. Mereka kemudian mengembalikan Kir ke organisasi tersebut. Kemudian, dia memberitahukan kepada FBI bahwa di Organisasi Hitam ada seorang anggota baru dengan nama sandi Burbon
2. Honey Love Dandy Teachers
Hmm... gimana ya kalau kita less di mana gurunya cowok-cowok semua dan ganteng-ganteng, WAH, MAU DONKK!!! Di Bimbel DT ini memiliki misi yaitu meluluskan 99% siswa yang less di bimbel ini. Eit, yang masuk bimbel ini cewek semua, lho! Hmm... akan kukasih tau nih nama guru-guru di bimbel ini!! :D
1. Sumire Genji (guru Matematika, yang di tengah)
2. Kikyo Genji (guru Bahasa Jepang, yang sebelah kiri)
3. Natsume Genji (guru Bahasa Inggris, sebelah kanan)
Di bimbel ini ada aturan bahwa para guru tidak boleh membuka rahasia mereka kalau mereka berada di rumah. Tapi, aku akan buka rahasia mereka,  dihukum nggak papa! :D Di luar bimbel, mereka itu cowok-cowok miskin dan berantakan. Waduh! Ada 3 orang siswi yang sudah membuka rahasia mereka, siapa aja nih?? Pengen tahu kelanjutannya, baca aja di komiknya, hehehe wkwkwkwkwk... :D

Biografi Albert Einstein


Masa muda dan universitas





Einstein dilahirkan di Ulm di WürttembergJerman; sekitar 100 km sebelah timur Stuttgart. Bapaknya bernama Hermann Einstein, seorang penjual ranjang bulu yang kemudian menjalani pekerjaan elektrokimia, dan ibunya bernama Pauline. Mereka menikah di Stuttgart-Bad Cannstatt. Keluarga mereka keturunan Yahudi; Albert disekolahkan di sekolah Katholikdan atas keinginan ibunya dia diberi pelajaran biola.
Pada umur lima tahun, ayahnya menunjukkan 
kompas kantung, dan Einstein menyadari bahwa sesuatu di ruang yang "kosong" ini beraksi terhadap jarum di kompas tersebut; dia kemudian menjelaskan pengalamannya ini sebagai salah satu saat yang paling menggugah dalam hidupnya. Meskipun dia membuat model dan alat mekanik sebagai hobi, dia dianggap sebagai pelajar yang lambat, kemungkinan disebabkan oleh dyslexia, sifat pemalu, atau karena struktur yang jarang dan tidak biasa pada otaknya (diteliti setelah kematiannya). Dia kemudian diberikan penghargaan untuk teori relativitasnya karena kelambatannya ini, dan berkata dengan berpikir dalam tentang ruang dan waktu dari anak-anak lainnya, dia mampu mengembangkan kepandaian yang lebih berkembang. Pendapat lainnya, berkembang belakangan ini, tentang perkembangan mentalnya adalah dia menderita Sindrom Asperger, sebuah kondisi yang berhubungan denganautisme.
Einstein mulai belajar matematika pada umur dua belas tahun. Ada gosip bahwa dia gagal dalam matematika dalam jenjang pendidikannya, tetapi ini tidak benar; penggantian dalam penilaian membuat bingung pada tahun berikutnya. Dua pamannya membantu mengembangkan ketertarikannya terhadap dunia intelek pada masa akhir kanak-kanaknya dan awal remaja dengan memberikan usulan dan buku tentang sains dan matematika.
Pada tahun 1894, dikarenakan kegagalan bisnis elektrokimia ayahnya, Einstein pindah dari München ke PaviaItalia(dekat kota Milan). Albert tetap tinggal untuk menyelesaikan sekolah, menyelesaikan satu semester sebelum bergabung kembali dengan keluarganya di Pavia.
Kegagalannya dalam seni liberal dalam tes masuk Eidgenössische Technische Hochschule (Institut Teknologi Swiss Federal, di Zurich) pada tahun berikutnya adalah sebuah langkah mundur dia oleh keluarganya dikirim ke AarauSwiss, untuk menyelesaikan sekolah menengahnya, di mana dia menerima diploma pada tahun 1896, Einstein beberapa kali mendaftar di Eidgenössische Technische Hochschule. Pada tahun berikutnya dia melepas kewarganegaraanWürttemberg, dan menjadi tak bekewarganegaraan.
Pada 1898, Einstein menemui dan jatuh cinta kepada Mileva Marić, seorang Serbia yang merupakan teman kelasnya (juga teman Nikola Tesla). Pada tahun 1900, dia diberikan gelar untuk mengajar oleh Eidgenössische Technische Hochschule dan diterima sebagai warga negara Swiss pada 1901. Selama masa ini Einstein mendiskusikan ketertarikannya terhadap sains kepada teman-teman dekatnya, termasuk Mileva. Dia dan Mileva memiliki seorang putri bernama Lieserl, lahir dalam bulan Januari tahun 1902Lieserl Einstein, pada waktu itu, dianggap tidak legal karena orang tuanya tidak menikah.


Kerja dan Gelar Doktor

Pada saat kelulusannya Einstein tidak dapat menemukan pekerjaan mengajar, keterburuannya sebagai orang muda yang mudah membuat marah professornya. Ayah seorang teman kelas menolongnya mendapatkan pekerjaan sebagai asisten teknik pemeriksa di Kantor Paten Swiss pada tahun 1902. Di sana, Einstein menilai aplikasi paten penemu untuk alat yang memerlukan pengetahuan fisika. Dia juga belajar menyadari pentingnya aplikasi dibanding dengan penjelasan yang buruk, dan belajar dari direktur bagaimana "menjelaskan dirinya secara benar". Dia kadang-kadang membetulkan desain mereka dan juga mengevaluasi kepraktisan hasil kerja mereka.
Einstein menikahi Mileva pada 6 Januari 1903. Pernikahan Einstein dengan Mileva, seorang matematikawan. Pada 14 Mei 1904, anak pertama dari pasangan ini, Hans Albert Einstein, lahir. Pada 1904, posisi Einstein di Kantor Paten Swiss menjadi tetap. Dia mendapatkan gelar doktor setelah menyerahkan thesis "Eine neue Bestimmung der Moleküldimensionen" ("On a new determination of molecular dimensions") pada tahun 1905 dari Universitas Zürich.
Pada tahun yang sama dia menulis empat artikel yang memberikan dasar fisika modern, tanpa banyak sastra sains yang dapat ia tunjuk atau banyak kolega dalam sains yang dapat ia diskusikan tentang teorinya. Banyak fisikawan setuju bahwa ketiga thesis itu (tentanggerak Brownian), efek fotolistrik, dan relativitas khusus) pantas mendapat Penghargaan Nobel. Tetapi hanya thesis tentang efek fotoelektrik yang mendapatkan penghargaan tersebut. Ini adalah sebuah ironi, bukan hanya karena Einstein lebih tahu banyak tentang relativitas, tetapi juga karena efek fotoelektrik adalah sebuah fenomena kuantum, dan Einstein menjadi terbebas dari jalan dalam teori kuantum. Yang membuat thesisnya luar biasa adalah, dalam setiap kasus, Einstein dengan yakin mengambil ide dari teori fisika ke konsekuensi logis dan berhasil menjelaskan hasil eksperimen yang membingungkan para ilmuwan selama beberapa dekade.
Dia menyerahkan thesis-thesisnya ke "Annalen der Physik". Mereka biasanya ditujukan kepada "Annus Mirabilis Papers" (dari LatinTahun luar biasa). Persatuan Fisika Murni dan Aplikasi (IUPAP) merencanakan untuk merayakan 100 tahun publikasi pekerjaan Einstein pada tahun 1905sebagai Tahun Fisika 2005.

Gerakan Brownian

Di artikel pertamanya pada tahun 1905 bernama "On the Motion—Required by the Molecular Kinetic Theory of Heat—of Small Particles Suspended in a Stationary Liquid", mencakup penelitian tentang gerakan Brownian. Menggunakan teori kinetik cairan yang pada saat itu kontroversial, dia menetapkan bahwa fenomena, yang masih kurang penjelasan yang memuaskan setelah beberapa dekade setelah ia pertama kali diamati, memberikan bukti empirik (atas dasar pengamatan dan eksperimen) kenyataan pada atom. Dan juga meminjamkan keyakinan pada mekanika statistika, yang pada saat itu juga kontroversial.
Sebelum thesis ini, atom dikenal sebagai konsep yang berguna, tetapi fisikawan dan kimiawan berdebat dengan sengit apakah atom itu benar-benar suatu benda yang nyata. Diskusi statistik Einstein tentang kelakuan atom memberikan pelaku eksperimen sebuah cara untuk menghitung atom hanya dengan melihat melalui mikroskop biasa. Wilhelm Ostwald, seorang pemimpin sekolah anti-atom, kemudian memberitahu Arnold Sommerfeld bahwa ia telah berkonversi kepada penjelasan komplit Einstein tentang gerakan Brown.